Kembali ke beranda
transfer

Analisis The Athletic: Liverpool 'Gagal' dalam Rest Defence Saat Kalah Dua Gol di Newcastle

Sumber · The Athletic (Liverpool)25 Agustus 2026
Sejak Andoni Iraola mengambil alih sebagai manajer Liverpool musim ini, topik 'skalabilitas' sering diperdebatkan. Para analis mempertanyakan apakah gaya permainan intensif fisik dan kolektif yang mengandalkan kerja keras tanpa bola bisa diterapkan di klub pencari gelar seperti Liverpool dengan dampak sama seperti di klub menengah sebelumnya. Debat ini mencapai puncaknya setelah laga pembuka musim melawan Newcastle berakhir dengan hasil imbang 2-2, sebuah skor yang dianggap beruntung bagi Reds. Artikel ini mengulas konsep 'rest defence' atau pertahanan sisa, yang merupakan terjemahan dari istilah Jerman 'restverteidigung'. Istilah ini merujuk pada kesiapan pemain saat tim sedang menyerang untuk segera beralih menjadi bertahan jika kehilangan bola. Konsep ini bertanya seberapa siap pemain yang berada di posisi non-attacking saat fase penyerangan dalam menghadapi turnover bola. Setelah laga melawan Newcastle, kedua gol yang dikonsesikan Liverpool bermula dari situasi tim memiliki posisi serangan berbahaya. Masalah utama muncul ketika tim kehilangan bola dan harus segera bertahan kembali. Analisis menyoroti struktur formasi saat Ryan Gravenberch menerobos maju bersama rekan setimnya, Dominik Szoboszlai dan Florian Wirtz yang semuanya bergerak ke depan. Pergerakan ini membuka ruang kosong di depan lini pertahanan Liverpool. Ketika Newcastle mendapatkan bola, mereka menemukan area tersebut tanpa adanya pemain Liverpool yang memiliki akses baik atau kedekatan yang cukup untuk mencegah serangan balik berbahaya. William Osula disebutkan sebagai contoh penyerang Newcastle yang memiliki ruang gerak lebar tanpa ada pelindung dari sisi Liverpool. Virgil van Dijk dianggap terlalu menjauh ke belakang saat itu, sebuah pengakuan yang kemudian ia sampaikan dalam wawancara pascapertandingan. Artikel ini menegaskan bahwa banyak masalah pertahanan sebenarnya berakar pada keputusan taktis saat Liverpool sedang menguasai bola. Sumber: The Athletic (Liverpool)
Baca artikel aslinya di The Athletic (Liverpool)

BACA JUGA